Tahukah kamu siapa orang paling berjasa dalam melahirkan karakter The
Man of Steel ke dunia? Mereka adalah Joe Shuster dan Jerry Siegel.
Keduanya bekerja sama membuat komik Superman, dimana Joe Shuster
berperan sebagai pembuat gambar atau ilustrator komik Superman,
sedangkan Jerry Siegel sebagai penulisnya. Panjang dan berlikunya jalan
karir mereka membuat kisahnya menarik untuk disimak. Sejarah perjuangan
mereka hingga meraih sukses dari komik Superman patut diapresiasi dan
menjadi inspirasi bagi penggemar Superman khususnya dan semua orang pada
umumnya. Inilah kisah singkat kedua sosok legendaris tersebut.
Joe muda pernah bekerja menjadi pengantar surat kabar Toronto Daily Star demi membantu nafkah keluarganya yang miskin. Untuk memenuhi hasrat menggambarnya, Joe muda memungut kertas bekas dari toko ke toko hingga satu saat ia beruntung mendapat segulung wallpaper yang sudah tidak digunakan lagi. Ia membawanya pulang, dan wallpaper yang pada bagian belakangnya kosong menjadi barang yang sangat berharga baginya. Ia menggunakan wallpaper tersebut sedikit demi sedikit agar tidak cepat habis.
Tahun 1924, Joe dan keluarganya pindah ke Cleveland, Ohio. Di sana, Joe kemudian sekolah di Glenville High School. Di sekolah inilah ia bertemu pertama kalinya dengan Jerry Siegel yang kemudian menjadi partner dalam membuat komik Superman.
Penggemar komik strips bergenre sains fiksi ini senang melakukan korespondensi dengan penggemar sains fiksi lain, salah satunya adalah penulis muda masa depan bernama Jack Williamson. Pada tahun 1929, Jerry membuat majalah sains fiksi pertamanya (fanzine) bernama Cerita Kosmik, yang ditulis secara manual. Dia mulai mempublikasikan beberapa booklet karyanya beberapa tahun kemudian.
Saat bersekolah di Glenville High School, Cleveland, Ohio, Jerry bekerja pada surat kabar mingguan di sekolahnya bernama The Torch. Sekitar usia 16 tahun, dia bertemu pertama kali dengan teman satu sekolahnya dan partner masa depannya, Joe Shuster. Pertemuan itu diistilahkan olehnya sebagai, “Ketika Joe dan saya bertemu pertama kali, terasa sekali kami memiliki chemistry yang kuat.”
http://www.alabn.com/komik-film-superman/
Joe Shuster
Berasal dari keluarga Yahudi dengan ayah bernama Julius, seorang imigran dari Rotterdam dan ibu bernama Ida asal kota Kiev di Ukraina, Joseph “Joe” Shuster lahir di Toronto tanggal 10 Juli 1914. Keluarganya, termasuk kakak perempuannya, Jean, tinggal di Bathurst, Oxford. Joe Shuster bersekolah di Ryerson and Lansdowne Public School.Joe muda pernah bekerja menjadi pengantar surat kabar Toronto Daily Star demi membantu nafkah keluarganya yang miskin. Untuk memenuhi hasrat menggambarnya, Joe muda memungut kertas bekas dari toko ke toko hingga satu saat ia beruntung mendapat segulung wallpaper yang sudah tidak digunakan lagi. Ia membawanya pulang, dan wallpaper yang pada bagian belakangnya kosong menjadi barang yang sangat berharga baginya. Ia menggunakan wallpaper tersebut sedikit demi sedikit agar tidak cepat habis.
Tahun 1924, Joe dan keluarganya pindah ke Cleveland, Ohio. Di sana, Joe kemudian sekolah di Glenville High School. Di sekolah inilah ia bertemu pertama kalinya dengan Jerry Siegel yang kemudian menjadi partner dalam membuat komik Superman.
Jerry Siegel
Jerome “Jerry” Siegel adalah anak bungsu dari enam bersaudara yang lahir di Cleveland, Ohio tanggal 17 Oktober 1914. Ayahnya bernama Mitchell Siegel (Mikhel Segalovich) dan ibunya bernama Sarah (Fine). Mereka merupakan keluarga Yahudi yang berimigrasi dari wilayah Kekaisaran Rusia yang kini bernama Lithuania. Saat Jerry SMP, ayahnya meninggal karena serangan jantung.Penggemar komik strips bergenre sains fiksi ini senang melakukan korespondensi dengan penggemar sains fiksi lain, salah satunya adalah penulis muda masa depan bernama Jack Williamson. Pada tahun 1929, Jerry membuat majalah sains fiksi pertamanya (fanzine) bernama Cerita Kosmik, yang ditulis secara manual. Dia mulai mempublikasikan beberapa booklet karyanya beberapa tahun kemudian.
Saat bersekolah di Glenville High School, Cleveland, Ohio, Jerry bekerja pada surat kabar mingguan di sekolahnya bernama The Torch. Sekitar usia 16 tahun, dia bertemu pertama kali dengan teman satu sekolahnya dan partner masa depannya, Joe Shuster. Pertemuan itu diistilahkan olehnya sebagai, “Ketika Joe dan saya bertemu pertama kali, terasa sekali kami memiliki chemistry yang kuat.”
http://www.alabn.com/komik-film-superman/
